17 Agustus tinggal beberapa hari lagi, Hari dimana bangsa ini akan bertambah usia dalam bangsa yang merdeka. Semaraknya terlihat dengan melihat antusias masyarakat menyambut datangnya momen ini, mereka memasang bendera dan spanduk di pinggir jalan juga mempersiapkan lomba2 untuk memeriahkanya.
Ya, momen 17an kembali mengingatkan kemasa lalu, dimana saya selalu terlibat untuk mensukseskan pengibaran bendera.
Waktu itu saya masih duduk di SMP, wuih bahagia sekali terpilih menjadi angota Paskibra. Setelah melalui proses seleksi akhirnya kebagian posisi petugas pengibar. Perjuangan dimulai dari situ karena harus melawan terik matahari untuk berlatih bersama tim. Selain itu fisik juga digenjot berlatih PBB hampir sebulan.
Tak terasa hari H pun sudah didepan mata. Ada dag dig dug tersendiri didalam dada. Maklum yang selama ini dipersiapkan akan dibuktikan di depan masyarakat. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar”. Giliran kamipun telah tiba yaitu pasukan pengibar bendera maju kedepan untuk melaksanakan tugasnya…
Ada kebanggaan yang sangat karena bisa menjadi bagian dalam upacara tersebut. Ada kebanggaan saat bendera merah putih bisa berkibar dengan benar dan ada kebanggaan saat bendera mencapai puncak tiang tepat dengan lagu Indonesia Raya yang dinyayikan paduan suara.
Kenangan akan keterlibatan dalam momen 17an akan selalu tersimpan rapih dalam ingatan ini. Ada kebanggaan saat mengenangnya.
Harapan masih tetap besar pada bangsa ini. Masih banyak perjuangan yang butuh kerja keras untuk menciptakan Indonesia menjadi bangsa yang Besar, bangsa yang sejahtera dan menjadi bangsa yang aman bagi semua rakyatnya.
Walau ada kejadian seperti bom yang membuat kita tidak enak hati di mata bangsa lain, tapi inilah hidup yang harus tetap berjuang demi cita-cita bangsa. Atau kemarin ada kejadian yang kurang enak ketika para petinggi kita lupa tidak menyayikan lagu Indonesia Raya saat di gedung DPR saya rasa kita sebagai rakyat wajib mengingatkan mereka.
